Archives

  • Desember 2021
    Vol. 1 No. 2 (2021)

    Cover_FRONT_Online_Vol_1_No_2_page-0001.jpg

    Puji  syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk kembali menerbitkan jurnal ilmiah di bidang Pemilu dan demokrasi. Jurnal ini merupakan Volume I Nomor 2 dari Jurnal Awasia.

    Pemilu tahun 2019 dan Pilkada tahun 2020 telah selesai dilaksanakan. Perhelatan demokrasi tersebut memiliki kekhasan dan signifikansi masing-masing. Pemilu 2019 merupakan Pemilu serentak pertama yang menggabungkan lima surat suara dalam satu waktu, karena Pemilu legislatif dan Presiden sebelumnya selalu dilaksanakan terpisah sedangkan Pilkada tahun 2020 merupakan perulangan dari Pilkada serentak tahun 2015 dan Pilkada pertama yang dilaksanakan ketika pandemi sedang berlangsung.

    Ada banyak cerita dan problema di balik Pemilu dan Pilkada serentak ini yang dapat dituangkan menjadi jurnal ilmiah. Melalui Jurnal Awasia Volume I Nomor 2 kami berkesempatan untuk berbagi ide, gagasan dan catatan kritis seputar permasalahan yang terjadi selama Pemilu dan Pilkada. Mulai dari kewenangan PTUN dalam mengadili permasalahan hukum Pemilu, Kewenangan KPU dalam pembentukan norma pada PKPU, bagaimana partisipasi masyarakat dalam mengikuti Pilkada selama masa pandemi Covid-19, fenomena money politic dan kelompok pendukung kolom kosong hingga penggunaan E-Voting pada pilkada 2024 nanti.

    Kami berharap Jurnal Awasia dapat menjadi wadah bagi penulis-penulis untuk terus berkarya dan bagi pembaca semoga dapat menambah pengetahuan terutama dibidang Pemilu dan demokrasi.

     

    Selamat membaca

     

    Dr. Didih M. Sudi

  • Juni 2021
    Vol. 1 No. 1 (2021)

    Cover_FRONT_Cetak-page0001.jpg

    Puji  syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menerbitkan jurnal ilmiah di bidang Pemilu dan Demokrasi. Jurnal ini merupakan edisi perdana dari mimpi kami untuk menerbitkan dan menyebarluaskan karya ilmiah hasil penelitian dan pemikiran terkait dengan Pemilu dan demokrasi, khususnya  dalam bidang pengawasan yang menjadi tugas pokok Bawaslu.

    Pemilu tahun 2019 kemudian disusul dengan Pilkada tahun 2020 baru saja usai. Kedua perhelatan demokrasi tersebut memiliki kekhasan dan signifikansi masing-masing di tengah Pemilu maupun Pilkada sebelumnya. Pemilu 2019 merupakan Pemilu serentak pertama yang menggabungkan lima jenis Pemilu dalam satu waktu. Sebelumnya, Pemilu legislatif dan Presiden selalu terpisah.  Penggabungan ini tentu membawa konsekuensi dan problema tersendiri yang lebih kompleks dalam penyelenggaraannya.

    Sedangkan Pilkada 2020 merupakan pemilihan kepala daerah transisi terakhir sebelum Pilkada serentak nasional pada tahun 2024 mendatang. Pilkada tahun 2020 merupakan perulangan dari Pilkada serentak tahun 2015, dan waktunya sangat berdekatan dengan Pemilu 2019.  Pilkada ini pun membawa kekhasan sendiri, khususnya dikaitkan dengan pandemi yang sedang berlangsung.

    Di samping persoalan yang berkaitan langsung dengan Pemilu 2019 dan Pemilihan   2020, pembahasan mengenai  hak politik dan ketaerwakilan perempuan juga terus menarik untuk terus dikaji.

    Selamat membaca!

    Dr. Didih M. Sudi